Cicipi makanan khas saat traveling
| 12:12 AM |
Mencicipi Kuliner Unik Saat Traveling
mungkin ada prasangka buruk yang muncul saat melihat orang lain traveling ke luar negeri. Aku pun pernah dituduh demikian. Salah satu pembaca blog-ku berkomentar di tulisan saat aku mengulas wisata negara tetangga. Ah, dia tidak tau rupanya! Bagaimana ada cinta yang terlahir untuk Indonesia setiap saat aku menempuh perjalanan ke luar negeri.
Hal paling sederhana, aku bisa tiba-tiba
rindu makan siomay dari abang-abang yang jualan keliling, terutama
ketika merasa tidak cocok dengan makanan di negara asing. Atau betapa
aku rindu makan di pinggir jalan di mana pun aku berada di Indonesia,
ketika merasakan betapa susahnya mencari makanan halal di Vietnam.
Yup! Ada banyak hal yang membuat kita
semakin cinta dan rindu untuk pulang ke tanah air ketika melakukan
perjalanan ke negara orang. Salah satunya ya itu tadi, betapa urusan
perut menjadi krusial dan mampu memperkuat jiwa nasionalisme.
Ngomong-ngomong soal kuliner Indonesia,
aku pernah nih ngerasain makanan yang awalnya merasa aneh, tetapi
ternyata enak. Makanan-makanan itu tentu kutemui ketika traveling. Mau
tau apa aja? Yuk simak!
Gurita Balado & Sate Ikan
Berawal dari keputusan untuk main-main ke pantai di Malang sebelum ke
Bromo. Rifqy, arek Malang yang juga doyan traveling mengajakku hunting
sunset ke Pantai Kondang Merak. Setelah matahari tenggelam, perut kami
pun lapar. Dinner time!
Rifqy mengajakku makan di sebuah warung.
Dia bilang, masakan seafood di sana enak. Aku diberi beberapa pilihan
menu. Di antara semua nama yang ada di daftar menu, sate ikan dan gurita
balado membuatku merasa aneh. Itu enak? Tanyaku dalam hati.
Agak ragu, aku pun memesan keduanya. Aku
malah sempat ikut melihat proses memanggang satenya. Saat terhidang
ternyata semuanya enak! Sate ikannya tidak terasa amis. Disajikan dengan
sambal kecap. Gurih ikan berpadu dengan pedas manis saat dikunyah.
Sedangkan balado gurita-nya, hm…agak kenyal tetapi lumayan empuk
dikunyah. Tekstur daging gurita mirip dengan cumi. Kalau ke Malang,
cobain ya!
Coto dan Sop Konro Kuda
Perjalanan ke Tanjung Bira dari Makassar
harus menempuh perjalanan yang cukup panjang. Supaya tidak bosan, aku
dan teman-teman memutuskan untuk mampir ke beberapa tempat makan dan
jajan. Salah satu yang berkesan adalah makan coto kuda di Janeponto.
Coto dan Sop Konro Kuda adalah kuliner
khas Kabupaten Janeponto, Sulawesi Selatan. Biasanya, kuda yang
digunakan adalah yang masih muda. Tujuannya agar mendapat daging yang
tidak terlalu keras atau alot.
Banyak yang bilang, makan coto atau sop
konro kuda berkhasiat untuk kejantanan pria. Aku sih ngga bisa buktiin
sebab waktu itu backpackeran bareng suami dan banyak teman. Haha. Gagal
deh bulan madu.
Well, seenggaknya aku bisa ngerasain
coto kuda dengan kuah panas ngebul, dengan ketupat dan telur asin. Kalau
rasa kuahnya ngga jauh beda kok sama coto yang ada di Makassar. Kuah
santan dengan bumbu rempah dan isian daging yang empuk saat dikunyah.
Kalau suamiku sih nyobain sop konro kuda-nya. Aku sempat mencicipi.
Kuahnya segar dan masih panas. Campuran lada dalam bumbunya membuat
keringat mengucur saat menyantap sop konro kuda itu. Mantap!
Srombotan & Sate Lilit
Waktu ke Bali, temanku yang tinggal di
batubulan mengajakku makan malam di pasar senggol yang ada di batubulan.
Pasar senggol cuma ada kalau malam. Siang hari, lokasi pasar senggol
sebenarnya adalah terminal.
Makan apa enaknya? Tanyaku penasaran.
Temanku lalu membawaku ke sebuah warung tenda. Menu utamanya di sana
adalah sate lilit. Apa pula itu?
Ternyata, sate lilit adalah sate yang
terbuat dari daging ikan. Daging ikannya dihaluskan, dicampur kepala
parut sangrai dan diberi bumbu, kemudian dililitkan pada tusuk sate
kemudian dibakar. Rasanya? Gurih-gurih nyoi! Hehe. Yang jelas amis
ikannya sudah hilang. Berganti gurih karena ada kelapa dan bumbu rempah.
Bersebelahan dengan warung penjual sate,
ada pedagang srombotan. Temanku memesan satu porsi untukku. Namanya
aneh, srombotan. Makanan apa pula itu? Aku terus bertanya-tanya sendiri.
Tetapi tak sempat terucap. Aku hanya bisa mengamati pedagang yang
menyajikan pesanan kami.
Setelah tersaji, baru lah aku bisa
mengenali bahwa srombotan adalah semacam urap sayuran. Sebut saja itu
urap khas Bali ya. Ada bermacam sayuran dicampur jadi satu. Di siram
dengan dua macam bumbu, yaitu bumbu kelapa dan bumbu koples. Ada taburan
kacang kedelai gorengnya juga lho! Rasa sayurannya segar, dengan bumbu
dan sambal yang pedas dan gurih. Lidah bergoyang deh!
Selain srombotan dan sate lilit, aku
juga sempat mencicipi ayam betutu. Ayam betutu adalah masakan khas Bali
juga. Awalnya aku sempat salah sangka. Kukira masakan khas Bali adalah
ayam taliwang. Setelah dijelaskan oleh teman saat menginap di rumahnya
di Bali, baru deh aku faham. Ternyata ayam taliwang itu dari Lombok.
Aduuh, jadi pingin ke Lombok dan makan ayam taliwang langsung di daerah asalnya. Pasti yummy!






0 comments:
Post a Comment